Skip to main content

Lewat IMIC, Peran Bakamla Makin Menjadi Tumpuan Poros Maritim Dunia

Dok Foto: Humas Bakamla

Jakarta (Samudranesia) – Dalam era globalisasi ini, peran informasi sangat penting. Siapa yang bisa menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia. Begitu pula dalam dunia maritim, penguasaan informasi merupakan bagian terpenting dalam pengendalian laut.

Maka dari itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) selaku Coast Guard Indonesia turut membangun pusat informasi yang bernama Indonesia Maritime Information Centre (IMIC) yang di-launcing oleh Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia di Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/20).

Kepala Bakamla menuturkan pembentukan IMIC sendiri pada dasarnya merupakan amanat UU sebagaimana pada pasal 63 ayat 1c UU no. 32/2014, pasal 4 ayat 1c Perpres 178 tahun 2014, yang juga telah ditindak lanjuti bersama dengan SKB 8 kementerian dan lembaga tentang pertukaran data dan informasi dalam rangka penegakan hukum di laut.

“Pada hakikatnya maksud dari IMIC ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penegakan hukum melalui dukungan informasi maritim yang valid dan kredibel, dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan maritim dan membangun daya tangkal kemaritiman di perairan Indonesia,” ungkap Aan.

Lulusan AAL tahun 1987 itu menyebut bahwa data dari IMIC bisa digunakan oleh seluruh stakeholder maritim baik dalam maupun luar negeri.

“Output IMIC nantinya akan meliputi laporan periodik baik berupa laporan mingguan, bulanan, dan tahunan, serta publikasi maritim yang kemungkinan akan diperlukan di masa mendatang dan akan terus dikembangkan. Produk ini terbuka bagi publik sehingga dapat dimanfaatkan juga untuk kepentingan lembaga kajian dan media massa dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, hadir pengamat pertahanan dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati. Ia menyampaikan bahwa peran Bakamla sangat penting dalam menjaga kedaulatan RI di laut. Terlebih dengan hadirnya IMIC ini, ia optimis kiprah Bakamla akan semakin baik.

“Secara internal, TNI AL memang perlu mendorong Bakamla untuk lebih berperan di zona delimitasi. Sesuai hukum laut internasional memang kapal-kapal Bakamla sebagai Indonesia Coast Guard lebih berwenang beroperasi di zona delimitasi sementara kapal-kapal perang TNI AL beroperasi di wilayah perbatasan laut yang sudah disepakati kedua negara,” terang Nuning biasa disapa.

Sambung dia, keduanya, antara TNI AL dan Bakamla merupakan benteng Poros Maritim Dunia terutama dalam pilar pertahanan-keamanan dan diplomasi maritim.

“Interoperabilitas TNI AL dan Bakamla merupakan kunci sukses diplomasi maritim Indonesia sesuai kebijakan Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tandasnya. (Tyo)

Sumber: http://samudranesia.id/lewat-imic-peran-bakamla-makin-menjadi-tumpuan-poros-maritim-dunia/