news

Kru Kapal MV Abdullah Disandera, Perompak Minta Tebusan $5 Juta

26 Mar 2024

Perompak kapal MV Abdullah menuntut uang tebusan $5 juta untuk pembebasan awak kapal berbendera Bangladesh yang disandera dari awal Maret 2024. 

 

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya risiko pembajakan di Samudera Hindia bagian barat yang meningkat seiring dengan meningkatnya pemberontak Houthi Yaman yang menargetkan kapal-kapal yang berangkat atau dari Israel di wilayah Laut Merah.

 

Angkatan Laut India dengan cepat menanggapi serangan pembajakan terhadap MV Abdullah dengan mengerahkan kapal perang dan patroli maritim jarak jauh. Kapal perang India berhasil memastikan keselamatan awal kapal Bangladesh yang disandera dan menjaga jarak hingga kapal tiba di perairan teritorial Somalia.

 

Angkatan Laut India telah menawarkan kepada pemerintah Bangladesh dan pemilik kapal untuk melakukan operasi di kapal MV Abdullah.

 

Pada Sabtu, 23 Maret, Panglima Angkatan Laut India Laksamana R Hari Kumar mengatakan bahwa Angkatan Laut India "mengawasi dengan cermat" situasi MV Abdullah setelah kapal masuk perairan Somalia. Dia menyebut bahwa kapal itu bisa dijadikan "kapal induk" bagi bajak laut.

 

Insiden terbaru ini menyusul keberhasilan operasi yang dilakukan India awal bulan ini yang melibatkan MV Ruen, yang juga dibajak dan diubah menjadi kapal induk untuk pembajakan.

 

Tindakan Angkatan Laut India berujung pada penangkapan 35 perompak Somalia dan penyelamatan 11 awak kapal dari berbagai negara.

 

Dalam 100 hari terakhir, Angkatan Laut India telah mengambil tindakan tegas untuk mengatasi ancaman di Samudera Hindia bagian barat, menanggapi 13 insiden besar termasuk pembajakan, pembajakan, dan serangan pesawat tak berawak, yang telah menyelamatkan 110 nyawa. 

 

Sumber: www.wionews.com/india-news/pirates-demand-5mn-ransom-for-release-of-bangladeshi-crew-of-mv-abdullah-703972 


Arsip Berita